Selasa, 12 Desember 2017

commodity  Commodity

Harga Minyak Meroket Di Tengah Cuaca Buruk

Rabu, 19 Februari 2014 6:30 WIB
Dibaca 869

Monexnews - Harga minyak melejit pada hari Selasa, mendorong harga minyak mentah AS ke level tertinggi dalam lebih dari 4 bulan seiring pelemahan dollar, cuaca dingin di Amerika Serikat dan kecemasan mengenai ancaman terhadap suplai di Timur Tengah dan Afrika memicu aksi beli minyak. Turut memicu kecemasan suplai, output minyak Libia yang berkurang, pemberontak di Sudan Selatan mengatakan telah menduduki ibu kota negara bagian produsen minyak dan ekspektasi kemajuan pada diskusi nuklir antara Iran dan negara besar dunia kian mereda.

Gangguan pada suplai juga memicu rally pada minyak jenis Brent. Tingkat produksi minyak Libya hanya mencapai 375,000 barel per hari seiring aksi protes menggangu aliran minyak dari salah satu kilang besar, menurut El Sharara, perusahaan minyak negara, pada hari Selasa. Pada hari Minggu lalu, output mencapai 390,000 barel per hari. Turut menambah kecemasan terhadap suplai, pemberontak di Sudan Selatan mengatakan telah menduduki ibukota negara bagian penghasil minyak Upper Nile, Malakal, pada hari Selasa. Minyak juga mendapat dukungan dari laporan International Energy Agency pekan lalu yang menunjukkan suplai minyak pada negara perekonomian maju telah mencetak penurunan kuartalan paling tajam sejak tahun 1999 pada kuartal terakhir tahun 2013. Laporan suplai minyak AS akan dirilis pekan ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar