Senin, 27 Maret 2017

commodity  Commodity

Harga Minyak Rebound Pasca GDP China

Rabu, 16 Juli 2014 18:03 WIB
Dibaca 565

Monexnews - Harga minyak mentah rebound pada perdagangan hari Rabu setelah data pertumbuhan China yang positif mendukung prospek permintaan. Laporan American Petroleum Institute yang menunjukkan penurunan persediaan minyak AS juga turut menopang pemulihan harga ‘emas hitam’.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Agustus ditawarkan pada kisaran $100.70 atau sekitar 0,8% lebih tinggi dari harga penutupan kemarin.

Ekonomi China dilaporkan tumbuh 7,5% pada kuartal ke-2 dari 7,4% pada kuartal pertama, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 7,4%. Meningkatnya aktivitas perekonomian sejatinya akan mendatangkan kenaikan permintaan untuk sumber daya energi.

Sementara laporan API pada Selasa malam menunjukkan stok minyak mentah AS merosot 4,8 juta barrel dalam pekan yang berakhir 11 Juli. Namun pelaku pasar minyak masih menantikan data resmi persediaan minyak AS yang akan dirilis Energy Information Administration (EIA) pada pukul 21.30 WIB nanti malam.

Terkait pergerakan harga minyak hari ini, analis Morgan Stanley memperkirakan kenaikan akan terbatas mengingat masih tersisanya tekanan jual jangka pendek. Kondisi pasar fisik yang oversupplied juga dinilai akan membayangi rebound harga minyak. Kelebihan pasokan tersebut muncul di tengah minimnya margin pengilangan, yang diperparah oleh pengoperasian kembali terminal ekspor minyak Libya.

Kabar terbaru menyebutkan jika output minyak Libya telah meningkat ke kisaran 554.000 barrel per hari menyusul kenaikan produksi ladang minyak terbesar Sharara yang lebih cepat dari harapan. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar