Minggu, 17 Desember 2017

commodity  Commodity

Harga Minyak Terus Lemah Karena Masih Melimpahnya Minyak Global

Selasa, 16 Desember 2014 17:37 WIB
Dibaca 756

Monexnews - Harga minyak mentah global merosot ke bawah $60 per barel untuk pertama kalinya dalam lima tahun dengan hampir tidak ada tanda-tanda bahwa para produsen bersiap untuk meredam kelebihan suplai.

Minyak Brent berjangka merosot sebanyak 3.3% ke level terlemahnya sejak Mei 2009 di London. Minyak West Texas Intermediate, anjlok di bawah $55 per barel untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Para pengebor minyak di AS mendapatkan keuntungan karena turunnya biaya-biaya hampir secepat penurunan harga minyak, menurut analis di Goldman Sachs Group Inc. OPEC seharusnya tidak harus mengurangi produksi di saat produsen lainnya terus memperbesar produksinya, kata Menteri Energi UEA.

Minyak mentah merosot hampir 45% pada tahun ini seiring OPEC terlihat lebih mempertahankan pangsa pasar di tengah melonjaknya persediaan minyak shale AS yang memperburuk membanjirnya minyak global. OPEC, yang bertanggung jawab untuk sekitar 40% dari suplai global, akan menahan diri dari pembatasan output, kata Menteri Energi U.E.A Suhail al-Mazrouei pada tanggal 14 Desember.

"Kita perlu melihat lebih banyak bukti bahwa beberapa produsen akan hentikan atau memperkecil suplai minyak ke pasar sebelum dapat kembalinya kepercayaan di pasar," kata Thina Saltvedt, seorang analis di Nordea Markets di Oslo. "Sampai itu tidak terjadi, harga dapat terus turun."

Minyak Brent Januari, turun sebanyak $2.04 menjadi $59.02 per barel. Sementara itu minyak WTI Januari turun sebantaj $1.50 menjadi $54.41 per barel.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar