Sabtu, 21 Oktober 2017

commodity  Commodity

Investor Sudah Antisipasi Hasil Pertemuan OPEC

Rabu, 3 Juni 2015 14:20 WIB
Dibaca 5513

Monexnews - Organisasi Eksportir Minyak Terbesar Dunia (OPEC) dijadwalkan menggelar pertemuan rutin di Wina hari Jumat besok. Walau kemungkinan besar tidak akan mengubah kebijakan produksinya, pelaku pasar sudah mulai mencermati efek dari setiap keputusan yang diambil.

Menurut bank investasi Barclays, investor akan mengurangi posisi beli minyak mentah jika OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksinya. Hal ini jelas akan semakin menurunkan harga di pasaran. Namun demikian, apabila OPEC di luar dugaan menurunkan produksinya, maka minyak mentah diprediksi juga tidak akan naik terlalu banyak karena jumlah posisi beli saat ini sudah cukup besar. Harga minyak WTI kini terpantau pada level $60.61 per barel dan Brent crude melemah 24 sen ke $65.25 per barel. Jumlah uang yang masuk posisi di produk minyak memang berangsur pulih sejak turun tajam bulan Maret lalu di tengah keyakinan terjadinya kenaikan harga. 

Arab Saudi dan OPEC diyakini tidak akan mengeluarkan keputusan apapun terkait dengan lifting minyak dunia. Organisasi ini sudah memberikan isyarat kebijakannya bulan November lalu dengan dua komitmen utama yaitu menjaga pangsa pasarnya dan mengurangi investasi pada tambang migas berbiaya besar termasuk proyek-proyek mahal di wilayah Amerika, Kanada, eksplorasi bawah laut dan proyek di wilayah Artik. Oleh karena itulah pertemuan rutin di bulan Juni bisa dianggap sebagai non-event.

Harga minyak dunia melemah tajam dalam 9 bulan terakhir akibat kelesuan ekonomi negara importir dan tingginya suplai dari Amerika Serikat. Kalau biasanya OPEC selalu mengantisipasi penurunan harga dengan memangkas jumlah produksi, maka hal itu kemungkinan tidak terjadi sekarang. Hasil pertemuan pekan ini lebih mudah ditebak yaitu OPEC tidak akan melakukan apa-apa. Sebagian delegasi negara anggota sudah mengutarakan keinginannya supaya OPEC menahan plafon produksi 30 juta barel per hari, yang sudah bertahan selama 3 tahun terakhir.

Pejabat tinggi OPEC berulangkali mengklaim kalau penurunan produksi tidak akan berdampak besar terhadap harga minyak dunia karena kekuatan mereka sudah tidak sebesar dulu. Produksi minyak dunia sendiri sekarang sudah surplus sekitar 2 juta barel per hari dibandingkan jumlah permintaan (data International Energy Agency). OPEC yakin kalau tahun ini volume permintaan akan meningkat rata-rata di atas 1 juta barel per hari dan tumbuh terus dalam beberapa tahun ke depan sehingga negara-negara anggotanya bisa kembali meraup nilai lebih dari hasil ekspor migasnya. Sebagai catatan, kontrak minyak WTI saat ini bertengger di posisi $60.65. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar