Minggu, 26 Maret 2017

commodity  Commodity

Isu Lintas Benua Tentukan Arah Harga Minyak

Selasa, 28 Mei 2013 10:11 WIB
Dibaca 362

Monexnews - Kontrak berjangka minyak mentah hari ini (28/05) diperdagangkan mixed atau naik turun di sesi elektronik. Pelaku pasar masih enggan mengambil terlalu banyak posisi karena ingin menunggu hasil pertemuan OPEC di Wina hari Jumat nanti. Sejauh ini, muncul laporan bahwa kartel minyak terbesar dunia belum akan mengubah kebijakan produksi untuk tahun 2013. 

Secara fundamental, sentimen minyak masih cukup bagus. Potensi kenaikan harga bisa sewaktu-waktu datang seiring dengan eskalasi politik di Irak dan memanasnya perang saudara di Syria. Khusus di Irak, apabila konflik terus terjadi maka bisa dipastikan volume produksi di negara ini kian berkurang dan memacu kenaikan harga. Namun sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar jelas, sentimen utama yang patut diamati sekarang tetap berkutat di potret ekonomi negara Amerika Serikat dan China. Kontrak minyak mentah pagi ini terpantau di level $93.67/barel sementara varian Brent tercatat di $102.70/barel. Dengan berkaca pada peta ekonomi dan manufaktur terkini, OPEC akan menentukan apakah target produksi minyak harus direvisi atau tidak. Sebagian besar analis belum melihat adanya indikasi ke perubahan target, namun segala sesuatunya bisa berubah di forum nanti. 

Harga minyak mentah sempat melemah di awal pekan (Senin 27/05) sekaligus memperpanjang penurunan pekan lalu. Sebagian besar alasan pelemahan harga masih berkutat soal lambatnya pertumbuhan ekonomi di China. Pada hari Jumat kemarin, kontrak minyak NYMEX menutup pekan dengan kerugian selama empat sesi beruntun. Secara total, minyak melemah 2% sepanjang pekan kemarin akibat terpengaruh oleh prospek permintaan dari China pasca hasil negatif data manufaktur negara itu. Lesunya aktivitas bisnis dan industri di negara konsumen terbesar ke-2 dunia sama artinya dengan penurunan volume permintaan di masa depan. Sektor manufaktur China berkontraksi di bulan Mei setelah melemah dalam beberapa bulan terakhir. Angka PMI versi hitung cepat HSBC anjlok ke titik terendah dalam tujuh bulan terakhir di 49.6 atau lebih rendah dibandingkan catatan bulan April, 50.4.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar