Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

commodity  Commodity

Jangka Pendek, Harga Minyak Sulit Diterka

Jumat, 4 Juli 2014 14:31 WIB
Dibaca 544

Monexnews -  Dari sekian banyak produk komoditi yang diperdagangan di pasar berjangka, minyak adalah salah satu komponen yang pergerakan harganya paling fluktutatif. 'Emas hitam' belakangan ini cenderung melemah setelah meroket tinggi di tengah eskalasi konflik Irak.

Menurut bank investasi Credit Suisse, prospek harga minyak untuk jangka pendek harus dicermati secara hati-hati. Pasalnya minyak sudah kehilangan 2/3 harga dari level tertinggi yang dicatat sejak konflik Irak memuncak. Dibutuhkan suatu berita yang cukup besar agar investor kembali memiliki proyeksi negatif terhadap pos suplai permintaan.

Terlepas dari banyaknya ketidakpastian di pasar, minyak varian Brent dan WTI tetap berpeluang naik karena konflik militer dapat sewaktu-waktu meningkat lagi di Irak. Untuk jangka panjang, Credit Suisse menganggap target peningkatan kapasitas produksi Irak sangat jauh dari harapan, sehingga prospek kenaikan harga minyak diprediksi masih sangat mungkin. Pelaku industri migas dunia saat ini memang memiliki pandangan yang positif terkait pergerakan harga minyak di tahun 2014. Padahal sepanjang tahun lalu, pihak produsen cenderung pesimis menanggapi prospek harga 'emas hitam' di tengah dinamika politik ekonomi dunia.

Credit Suisse melakukan survei terhadap delegasi negara-negara produsen minyak. Sebanyak 30% responden memprediksi harga varian Brent akan stabil di atas $120 per barel dalam sisa tahun ini. "Sebagian besar pelaku industri memandang kondisi sekarang mendukung kenaikan harga," demikian urai Credit Suisse dalam laporannya pekan lalu. Selain itu, pemangku kepentingan juga menyoroti penurunan cadangan minyak dan risiko konflik internal di negara Irak.

Eskalasi konflik di Irak sejauh ini memang hanya berdampak kecil terhadap pasar minyak dunia. Walaupun demikian, skenario perang bisa saja menyebabkan penurunan jumlah persediaan dan melambungkan harga 'emas hitam' ke rekor tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 2008 silam karena Irak merupakan negara yang berkontribusi sebanyak 3.5% terhadap suplai minyak mentah dunia. Kontrak minyak berjangka sampai dengan pukul 14.25 WIB terpantau pada posisi $103.94 per barel.(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar