Selasa, 23 Mei 2017

commodity  Commodity

Jika Irak Terus Memanas, Minyak Brent Bisa Pecah Rekor

Senin, 16 Juni 2014 15:23 WIB
Dibaca 446

Monexnews - Eskalasi konflik di Irak sejauh ini hanya berdampak kecil terhadap pasar minyak dunia. Walaupun demikian, skenario perang bisa saja menyebabkan penurunan jumlah persediaan dan melambungkan harga 'emas hitam' ke rekor tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 2008 silam.

Irak merupakan negara yang berkontribusi sebanyak 3.5% terhadap suplai minyak mentah dunia. Menurut bank investasi BNP Paribas, dampak konflik terkini relatif minim karena sebenarnya produksi minyak dari wilayah Irak bagian Utara memang sudah mandek sejak bulan Maret lalu. "Terlebih lagi, mayoritas kekayaan minyak Irak terletak di bagian selatan," demikian BNP menjelaskan.

"Skenario paling parah, total penurunan produksi Irak akan membuat jumlah cadangan OPEC menjadi 1.3 juta barel per hari," tambah BNP. Bank tersebut mengasumsikan varian Brent akan melonjak hingga $140 per barel apabila hal itu benar-benar terbukti. Sementara untuk sekarang, harga minyak Brent masih terpantau pada posisi $113 per barel. Sementara harga kontrak minyak WTI sedang berada di level $107.30 per barel.(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar