Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

commodity  Commodity

Kabar Iran Diprediksi Tidak Banyak Pengaruhi Harga Minyak

Rabu, 15 Juli 2015 16:00 WIB
Dibaca 1665

Monexnews - Harga minyak mentah kembali tertekan setelah ada kabar tercapainya resolusi damai antara Iran dan blok barat. Namun demikian, minyak diprediksi tidak akan menukik terlalu tajam dalam enam bulan ke depan karena faktor fundamental tidak berubah.

Menurut Edward Morse, Kepala Riset Komoditi Citigroup, harga minyak tidak akan ke mana-mana dalam enam bulan ke depan meski ada potensi kenaikan kecil di kuartal III. Minyak West Texas Intermediate atau WTI sekarang diperdagangkan di bawah level $53 atau di kisaran $52.75 dan Brent di sekitar $58.50 per barel.

Kesepakatan antara Iran dan blok barat akan membatasi ruang gerak Teheran dalam mengembangkan program nuklirnya. Namun di sisi lain, negara itu terlepas dari sanksi ekonomi sehingga bisa kembali mengekspor minyak ke luar negeri mulai 2-3 bulan mendatang. Menteri perminyakan Iran menyebut negaranya mampu memproduksi 1 juta barel minyak perhari dalam 6 bulan ke depan.

Morse berpendapat bahwa dalam kenyatannya Iran tidak akan mampu menghasilkan lifting sebanyak itu. "Secara realistis, mereka hanya akan mampu memproduksi antara 200 dan 500 ribu barel per hari. Baru pada tahun 2016, target 1 juta barel bisa dicapai," kata Morse. Jadi menurutnya, efek dari dicabutnya embargo ekonomi Iran baru berlaku tahun 2016 mendatang dan untuk jangka pendek, harga tidak akan bergerak jauh.

Berdasarkan hasil survei Reuters terhadap 25 analis minyak dari berbagai bank investasi dan pialang, Iran diyakini hanya mampu memproduksi 250 ribu hingga 500 ribu barel minyak per hari sampai dengan akhir 2015. Kemudian volumenya akan meningkat sampai 750 ribu di pertengahan 2016. Sekarang saja, pasar minyak dunia sudah mengalami surplus sebanyak 2,6 juta barel per hari. Untuk jangka panjang, pergerakan minyak akan ditentukan oleh banyak faktor, termasuk hasil produksi Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi dunia. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar