Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

commodity  Commodity

Kebanjiran Sentimen Negatif, Minyak Makin Dihargai Murah

Senin, 8 Juni 2015 13:34 WIB
Dibaca 2492

Monexnews - Harga minyak mentah terpantau melemah di sesi perdagangan hari Senin. Nyaris tidak ada sentimen positif yang mendukung pergerakan harga 'emas hitam' selama beberapa sesi terakhir.

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) sesuai perkiraan tidak memangkas jumlah produksinya dalam pertemuan Jumat lalu. Hal ini membuat investor tidak punya alasan untuk memasukkan minyak mentah ke dalam portofolio investasinya. Situasi makin tidak mendukung pergerakan harga setelah data impor energi China dirilis pada level rendah. Artinya, belum ada indikasi kuat kalau konsumen terbesar ke-dua dunia itu memburuhkan suplai migas yang besar di tengah iklim perlambatan ekonomi yang dialaminya.

Harga bahkan diprediksi semakin murah dalam beberapa pekan ke depan karena ada sinyal kuat tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan pihak Amerika Serikat soal pencabutan embargo. Apabila sanksi barat benar-benar ditarik pada 31 Juni mendatang, maka suplai minyak Iran akan kembali membanjiri pasar energi dunia sehingga jumlah persediaan global bertambah drastis. Padahal beberapa negara konsumen utama belum membutuhkan suplai minyak dalam jumlah besar. Sementara Amerika Serikat sudah cukup nyaman dengan simpanan minyak shale gas-nya. Di New York Mercantile Exchange, minyak jenis light sweet crude untuk pengiriman bulan Juli terpantau pada harga $58.56 per barel atau turun sekitar $0.57 dibandingkan harga pada sesi Globex electronic. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar