Selasa, 26 September 2017

commodity  Commodity

Kecemasan Atas Kelebihan Suplai Membayangi Harga Minyak

Rabu, 15 Juli 2015 14:25 WIB
Dibaca 1248

Monexnews - Sehari setelah kesepakatan nuklir Iran akhirnya tercapai, harga minyak berhasil diperdagangkan di level yang lebih tinggi setelah investor menyadari bahwa pihak Teheran akan membutuhkan waktu untuk menaikkan output, namun kenaikan pada tingkat ekspor nantinya akan menambah jumlah suplai pada pasar yang sudah kelebihan saat ini. Di bawah kesepakatan tersebut, sanksi oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan PBB akan dicabut sebagai imbalan pembatasan program nuklir Iran. Diperkirakan tidak akan ada minyak baru dari Iran hingga tahun 2016. Morgan Stanley memperkirakan suplai baru sebanyak 500,000 hingga 700,000 barel per hari pada semester pertama tahun 2016.

Iran, negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), mengekspor lebih dari 3 juta barel per hari pada kondisi puncaknya, sebelum terkena sanksi atas tuduhan ambisi untuk membuat bom nuklir menurunkan ekspor menjadi sekitar 1 juta barel dalam 2-1/2 tahun terakhir. DI balik realisasi bahwa butuh waktu agar tingkat ekspor minyak Iran pulih ke level sebelum sanksi, prospek kenaikan suplai memasuki pasar seiring perekonomian China bertumbuh pada laju paling lambat sejak krisis 2008/2009 yang berarti harga minyak mungkin akan terus tertekan dalam waktu dekat ini. Meski tanpa kenaikan pada tingkat produksi dari Iran, sudah ada kelebihan suplai sebanyak 2.5 juta barel per hari saat ini.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar