Kamis, 14 Desember 2017

breaking-news The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,50%

commodity  Commodity

Kecemasan Suplai dan Permintaan Rontokkan Harga Minyak

Jumat, 15 Agustus 2014 5:46 WIB
Dibaca 708

Monexnews - Harga minyak anjlok sebanyak 2% pada hari Kamis, seiring kenaikan pada jumlah klaim pengangguran di AS dan kontraksi pada perekonomian Jerman menunjukkan lemahnya tingkat permintaan, sementara suplai minyak berlimpah kendati adanya konflik di Irak dan Libia. Jumlah klaim pengangguran di AS naik lebih dari perkiraan pada pekan lalu, menurut data hari Kamis, sementara rata-rata empat mingguan juga naik. Perekonomian Jerman berkontraksi pada kuartal kedua dan laju pertumbuhan Perancis stagnan, menurut data, menambah kecemasan seiring dampak sanksi terhadap Rusia pada perdagangan zona euro terkait krisis di Ukraina. Trader mengatakan aksi jual besar-beasran pada ETF minyak di AS (USO) sebagai penyebab anjloknya harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI). Sebelumnya, perdagangan di USO mencapi 1 juta saham hanya dalam 1 menut, lebih dari sepertiga dari rata-rata volume harian selama 50 hari. Kegagalan harga minyak untuk bertahan di atas level $96 memicu aksi jual, tambah mereka. 

Kendati pertikaian oleh faksi bersenjata di Libia, kegiatan ekspor berlanjut pada pelabuhan Ras Lanuf dan Sider yang mana sebelumnya ditutup selama setahun oleh aksi protes. Suplai minyak mentah AS naik sebanyak 1.4 juta barel pekan lalu, menurut data dari Energy Information Administration (EIA) pada hari Rabu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan sebanyak 2 juta barel. Output minyak mentah oleh negara konsumen minyak terbeasr dunia juga diperkirakan naik, menurut EIA, sembari menaikkan estimasi output minyak AS tahun 2014 menjadi 8.5 juta barel per hari dan 9.3 juta barel per hari untuk tahun 2015, yang akan menjadi tingkat produksi rata-rata tahunan tertinggi sejak 1972 .

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar