Senin, 23 Oktober 2017

commodity  Commodity

Kejatuhan Harga Minyak Masih Berlanjut

Selasa, 6 Januari 2015 19:19 WIB
Dibaca 972

Monexnews -

Melimpahnya pasokan minyak dan lemahnya permintaan masih menjadi pemicu kejatuhan harga minyak mentah AS berjangka.

Aksi sell off minyak terakselerasi di hari Senin, melemah dibawah level psikologis $50 per barrel untuk kali pertama sejak Aprill 2009, seiring sinyal melimpahnya supply yang melampaui tingkat permintaan dalam beberapa bulan mendatang.

Produksi minyak yang besar khususnya datang dari AS, sementara pertumbuhan permintaan minyak masih rendah sehingga harga minyak bertahan di level rendah. Konsumen memang mengambil keuntungan, sementara negara pengekspor minyak justru kesulitan menyeimbangkan anggaran fiscal, sementara perusahaan minyak mengalami kejatuhan harga saham nya.

Laju produksi sendiri belum menunjukkan tanda-tanda penurunan meskipun anggaran modal telah dipangkas oleh berbagai perusahaan minyak. Output minyak Russia sendiri malah menyentuh level rekor tertinggi sejak era Soviet, sementara ekspor minyak Irak juga melambung ke level tertinggi sejak tahun 1980an. Beberapa produsen minyak di AS telah merespon pada harga minyak yang murah dengan memangkas spending 2015, namun kemungkinan akan membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum akhirnya pertumbuhan supply minyak melambat agar dapat mengurangi limpahan pasokan minyak global.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah AS berjangka untuk kontrak bulan February melemah -1.73% di level $49.22 per barrel, setelah meraih titik tertinggi intraday di $50.37 dan level terendah hariannya di $48.47 per barrel.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar