Kamis, 30 Maret 2017

commodity  Commodity

Kisruh di Irak Tidak Berpengaruh Pada Ekspor Minyak

Kamis, 26 Juni 2014 8:37 WIB
Dibaca 697

Monexnews - Menteri Perminyakan Irak mengatakan tingkat ekspor minyak mentah Irak akan bertambah cepat bulan depan, menguatkan sinyal bahwa kekerasan di bagian utara Irak tidak berpengaruh pada daerah penghasil minyak di Selatan. “Tingkat ekspor minyak akan mencetak kenaikan besar, seiring kejadian belakangan ini tidak berdampak negatif pada output dan ekspor minyak mentah Irak,” ucap Menteri Perminyakan Irak Abdul Kareem al-Luaibi pada wawancara di Baghdad. “Perusahaan minyak internasional beroperasi secara normal di Irak.”

Sementara kekerasan di Irak memicu sejumlah perusahaan termasuk BP Plc dan Exxon Mobil Corp. untuk mengevakuasi pekerjanya dari Irak, sejauh ini ada sejumlah sinyal bahwa tingkat produksi minyak tidak terganggu. Tingkat ekspor minyak Irak akan berada dekat rekor tinggi bulan depan, menurut estimasi Bloomberg. Luaibi mengatakan bahwa ia telah berdikusi dengan pihak BP untuk menaikkan output pada kilang Rumaila, kilang terbesar di Irak. Toby Odone, juru bicara BP di London, menolang untuk berkomentar.

Iraq, pemegang cadang minyak terbesar kelima di dunia, memproduksi dan mengekspor sebagian besar minyaknya dari wilayah selatan yang didominasi Syiah, yang mana sebagian besar masih belum terpengaruh oleh bentrokan. Pihak militan kemarin mengambil alih lading minyak Ajeel dengan kapasitas 20,0000 barel per hari, yang mana masih tidak aktif, di bagian utara Kirkuk, menurut pernyataan polisi setempat.

 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar