Selasa, 24 Januari 2017

commodity  Commodity

Ketegangan di Irak Terus Dorong Harga Minyak Naik

Sabtu, 14 Juni 2014 6:54 WIB
Dibaca 676

Monexnews - Harga minyak mentah naik ke level tinggi 9 bulan baru pada hari Jumat seiring berlarutnya kecemasan bahwa aksi pemberontakan di Irak dapat mengganggu ekspor minyak dari negara produsen minyak terbesar kedua di OPEC tersebut. Kenaikan pada harga minyak jenis Brent dan WTI nampak kehilangan momentum pada hari Jumat seiring pasar menantikan apakah konflik di Irak akan meningkat menjadi perang sipil. Ulama Syiah paling senior di Irak mendesak pendukungnya untuk mengangkat senjata untuk mempertahankan diri mereka sendiri dari aksi militan Sunni, berpotensi meningkatkan konflik. Sebagian besar ekspor minyak Irak saat ini berasal dari selatan Baghdad, maih jauh dari para pemberontak Islamik. Jika mereka mencapai bagian selatan ibukota, analis memperkirakan mereka akan mendapatkan lebih banyak perlawanan. Sementara ekspor minyak Irak dari utara dianggap aman untuk saat ini, menurut analis, seiring kilang minyak Kirkuk diduduki oleh pasukan Kurdish.

Minyak mentah bergerak naik menjelang penutupan seiring isu mengenai pemerintah Irak, meski sebagian besar publikasi mengatakan pasukan ekstrimis masih berada di luar kota Baghdad. International Energy Agency pada hari Jumat mengatakan bahwa OPEC harus menambah jumlah rata-rata tingkat produksi sebanyak 1 juta barel per hari pada semester kedua tahun 2014 untuk menyeimbangkan pasar global, yang akan mengalami kenaikan tajam musiman pada tingkat permintaan. Penilaian bullish tersebut kontras dengan pandangan OPEC yang mana pada hari Kamis mengatakan penambahan tingkat produksi akan lebih dari cukup untuk memenuhi kenaikan tingkat permintaan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar