Kamis, 27 Juli 2017

commodity  Commodity

Kisruh di Irak, Data EIA Membuat Harga Minyak Kokoh

Kamis, 12 Juni 2014 6:33 WIB
Dibaca 521

Monexnews - Harga minyak jenis Brent naik menuju level $110 per barel pada hari Rabu seiring kekerasan di Irak memicu kecemasan mengenai outlook suplai, sementara harga minyak mentah AS berusaha untuk meraih gain di dekat level resisten kunci. Militan dari Qaeda yang menduduki kota terbesar kedua di Irak, Mosul, pada awal pekan ini telah bergerak menuju kota penyulingan minyak Baiji, meningkatkan kecemasan mengenai gangguan suplai minyak jika ada bagian Irak lainnya yang dikuasai. Bagaimanapun juga, harga minyak mentah AS relatif flat, mendapatkan dukungan dari laporan mingguan suplai minyak mentah yang menunjukkan penurunan pada suplai minyak mentah dan bensin kendati tingginya tingkat produksi, dengan harga minyak naik menuju level tinggi tahun ini sebelum kemudian terkoreksi.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa suplai minyak mentah anjlok sebanyak 2.59 juta barel pekan lalu, dengan suplai bensin naik sebanyak 1.7 juta barel. Data tersebut bertolakbelakangan dengan data dari American Petroleum Institute, yang pada hari Selasa menunjukkan bahwa suplai bensin turun sebanyak 441,000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan sebanyak 834,000 barel. API melaporkan kenaikan pada suplai minyak mentah sebanyak 1.45 juta barel. Level resisten kunci di sekitar $105 per barel untuk minyak mentah AS dan $110 untuk Brent membatasi gain, menurut trader. OPEC, yang memompa lebih dari sepertiga minyak dunia, pada hari Rabu sepakat untuk kembali menetapkan batas produksi minyaknya untuk semester kedua tahun 2014 pada 30 juta barel per hari sesuai dengan perkiraan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar