Rabu, 26 Juli 2017

commodity  Commodity

Konflik Libya Ancam Prospek Persediaan Minyak Dunia

Jumat, 14 Maret 2014 13:02 WIB
Dibaca 740

Monexnews -  Fase transisi politik di Libya sempat dianggap sebagai modal bagus bagi prospek persediaan minyak mentah di masa depan. Namun di awal tahun ini tampak jelas bahwa rencana lifting produksi masih jauh dari kenyataan.

Peluang akan adanya lonjakan suplai dan volume ekspor dari Libya semakin kecil tahun ini. Kombinasi antara aksi militer dan kekerasan yang dilakukan kelompok teroris justru memperbesar risiko tersendatnya suplai untuk jangka pendek dan menengah. Menurut lembaga keuangan Credit Suisse, kondisi keamanan di bagian Timur Libya sangat tidak menentu. Pihak pemberontak, yang mengendalikan terminal ekspor migas, semakin keras dalam meminta otonomi daerah. Mereka bahkan dilaporkan baru saja melakukan kontak senjata dengan militer pemerintah yang sedang mengamankan proses bongkar muat minyak tanker dari Korea Utara.

"Proyeksi kami terhadap sumbangsih minyak Libya tampaknya terlalu optimis. Kami bahkan sudah melihat benih-benih perang saudara di sana," ulas Credit Suisse dalam laporan penelitiannya. Perusahaan investasi ini meyakini kalau pos persediaan dan permintaan akan mengalami defisit mulai Juli 2014 apabila Libya tidak kunjung kondusif. Kontrak minyak mentah berjangka saat ini terpantau pada posisi $98.15 per barel atau melemah sekitar 5 sen dari level pembukaan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar