Rabu, 18 Oktober 2017

commodity  Commodity

Krisis Minyak Libya Memburuk

Rabu, 30 Oktober 2013 10:18 WIB
Dibaca 551

Monexnews - Krisis minyak Libya memburuk setelah demonstran yang memblokir fasilitas kilang minyak menolak untuk bernegosiasi. Ekspor minyak Libya telah turun hingga 90.000 barel per hari (bpd) seiring pemerintah kesulitan mengakhiri gangguan produksi minyak. Ini hanya 10% dari kapasitas produksi minyak Libya seiring berlanjunya aksi penolakan oleh penduduk setempat. Pada hari Senin lalu, Menter Perminyakan Libya Abdelbari Arusi bahkan mengatakan produksi minyak jatuh hingga dibawah 300.000 bpd.

Belum jelas kapan aksi demonstrasi akan berakhir. Arusi telah mengunjungi kilang minyak di Sharara untuk membahas negosiasi kenaikan upah dengan pekerja minyak. Namun, demonstran menolak untuk bertemu sehingga Arusi pergi dengan tangan kosong. Penduduk lokal yang mengendalikan kilang minyak Hariga -yang memiliki kapasitas produksi 110.000 bpd- bahkan membantah pernyataan pemerintah akan kembali dibukanya fasilitas kilang disana. Ini tentunya menegaskan kesulitan yang dihadapi pemerintah Libya untuk menggerakan aktivitas perekonomian mengingat ekspor minyak merupakan pendapatan utama pemerintah. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar