Minggu, 23 Juli 2017

commodity  Commodity

Laporan Dari IEA Bebani Harga Minyak

Sabtu, 11 Juli 2015 3:12 WIB
Dibaca 5395

Monexnews -  Harga minyak ditutup dengan penurunan mingguan tertajam sejak Maret seiring International Energy Agency perkirakan harga perlu untuk jatuh lebih lanjut untuk membatasi pasokan yang berlebihan.

Dunia masih "kelebihan suplai yang sangat besar" sebelum pasar mengetat di tahun 2016 ketika pertumbuhan output di luar OPEC mulai melemah, dilaporkan oleh IEA dalam laporan bulanannya pada hari Jumat.

Minyak telah menyerahkan penguatannya tahun ini setelah terjadinya kekacauan di pasar saham China dan gejolak keuangan di Yunani. Iran, yang merupakan produsen terbesar keempat di OPEC, berencana untuk meningkatkan ekspor minyak mentah dan berusaha mendapatkan kembali pangsa pasarnya jika sanksi internasional dicabut. Baker Hughes Inc. melaporkan bahwa jumlah rig pengeboran untuk minyak di AS naik pada pekan ini, berpotensi memperburuk pasar minyak yang sudah kelebihan suplai.

Analis senior dari salah satu broker di Stamford mengatakan bahwa mengingat kelebihan suplai masih terjadi di pasar, akan sulit untuk melihat reli pada harga minyak. Secara fundamental kita mungkin akan melihat harga menguji ke area $50 pada pekan depan. Bahkan, jika kita tidak dapatkan kesepakatan program nuklir Iran, karena kita masih miliki suplai yang melimpah.

Minyak West Texas Intermediat untuk pengiriman bulan Agustus turun 4 sen untuk berakhir di $52.74 per barel di New York Mercanctile Exchange. Harga turun 7.4% untuk pekan ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar