Jumat, 21 Juli 2017

commodity  Commodity

Libya & Ukraina Menopang Apresiasi Harga Minyak

Rabu, 9 April 2014 20:46 WIB
Dibaca 611

Monexnews - Harga minyak mentah diperdagangkan menguat untuk hari ke-2 berturut-turut, seiring berlanjutnya kekhawatiran tentang kerusuhan di Ukraina dan kemungkinan ditundanya pembukaan kembali pelabuhan minyak di Libya. Para trader juga tengah menantikan rilis data persediaan minyak mingguan AS dari Energy Information Administration (EIA), yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan.

"Untuk saat ini kekhawatiran tentang Ukraina dan Libya masih mampu meredam laporan industri yang menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu," kata Addison Armstrong, direktur senior riset pasar pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Laporan American Petroleum Institute (API) Selasa malam menunjukkan pasokan minyak mentah AS melonjak 7,1 juta barrel dalam pekan yang berakhir pada 4 April lalu, jauh melampaui ekspektasi kenaikan 2,5 juta barrel.

Sementara pemerintah Ukraina pada hari Rabu telah mengultimatum para aktivis pro-Rusia yang mengambil alih gedung-gedung pemerintahan di bagian timur Ukraina untuk melakukan pembicaraan atau menghadapi tindakan militer.

Pembukaan kembali pelabuhan Libya yang dikuasai pemberontak sejauh ini juga masih belum terealisasi. Dua terminal ekspor dengan kapasitas gabungan sebesar lebih dari 500.000 barrel per hari masih tetap berada di bawah kendali pihak pemberontak yang menuntut bagian dari pendapatan ekspor.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Mei diperdagangkan pada kisaran $102.65 per barrel atau sekitar 0,1% lebih tinggi dari harga penutupan hari Selasa. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar