Senin, 27 Maret 2017

commodity  Commodity

Manufaktur China Bebani Minyak, Nantikan Data Persediaan

Kamis, 20 Februari 2014 19:02 WIB
Dibaca 607

Monexnews - Minyak mentah diperdagangkan melemah, turun dari level tertinggi empat bulan setelah data manufaktur China menunjukkan kontraksi dalam dua bulan beruntun, dan berada pada level terendah dalam tujuh bulan terakhir, memberikan sinyal akan turunnya permintaan minyak mentah dari China.

Perkiraan awal aktivitas manufaktur China yang dirilis HSBC pada bulan Februari sebesar 48,3 turun dari bulan sebelumnya sebesar 49,5. Sementara ekonom sebelumnya memperkirakan aktivitas manufaktur sebesar 49,4. Angka dibawah 50 mengindikasikan aktivitas tersebut berkontraksi.

Selain itu data manufaktur dari Zona Euro juga dirilis melambat. Indeks aktivitas manufaktur Zona Euro pada bulan Februari dirilis sebesar 53,0 turun dari bulan sebelumnya sebesar 54,0 dan sekaligus mematahkan eskpetasi kenaikan sebesar menjadi 54,2. Indeks aktivitas manufaktur Jerman, negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, turun menjadi 54,7 dari bulan Januari sebesar 56,5. Dan Perancis juga mengalami nasig yang serupa, turun menjadi 48,5 dari sebelumnya 49,3.

American Petroleum Institute kemarin mengatakan persediaan minyak di Cushing turun 1,82 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Februari. Sementara Energy Information Administration akan melaporkan data persediaan minyak hari ini.

Minyak mentah telah menguat dalam lima pekan terakhir akibat musim dingin yang melanda AS meningkatkan permintaan akan energi, dan persediaan di Cushing-Oklahoma turun ke level terendah sejak bulan November.

Minyak mentah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran $102,64 per barel, dengan level tertinggi harian $102,97, dan terendah $102,43. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar