Minggu, 17 Desember 2017

commodity  Commodity

Manufaktur China Tekan Minyak

Senin, 3 Februari 2014 10:11 WIB
Dibaca 806

Monexnews - Minyak diperdagangkan melemah dua hari beruntun akibat aktivitas sektor manufaktur China untuk bulan Januari berada pada level terendah dalam enam bulan terakhir. Data tersebut memberikan tekanan pada minyak karena dapat menyebabkan melambatnya permintaan minyak dari konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut.

Biro Stratistik China pada hari Sabtu lalu merilis data indeks manufaktur PMI untuk bulan Januari sebesar 50,5, di bawah perkiraan analis sebesar 50,6 dan bulan sebelumnya sebesar 51,0.  Sebelumnya HSBC juga merilis data manufaktur China  sebesar 49,5, yang menunjukkan kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir.  Angka dibawah 50 menunjukkan kontraksi, sementara di atas 50 berarti ekspansi.

Sementara itu hari ini Inggris dan AS akan merilis data aktivitas manufaktur, yang juga diperkirakan melemah. Indeks manufacturing PMI Inggris untuk bulan Januari diperkirakan sebesar  57,1 turun dari bulan sebelumnya sebesar 57,3. Sedangkan indeks manufacturing PMI AS diperkirakan sebesar 56,2 dari bulan sebelumnya sebesar 57.0, berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada minyak. 

Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $97,09 per barel, setelah sempat menyentuh level terendah harian $96,76 dan tertinggi $97,49. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar