Kamis, 27 Juli 2017

commodity  Commodity

Meski Lemah, Minyak Stabil di Jalur Penguatan Mingguan

Jumat, 12 Juli 2013 12:35 WIB
Dibaca 501

Di penghujung pekan ke-dua bulan Juli, harga minyak mentah terpantau lemah. Namun komoditi favorit investor ini masih berada dalam jalur penguatan untuk pekan ke-tiga secara beruntun.

Monexnews - Kontrak minyak mentah pengiriman Agustus tercatat melemah 23 sen ke level $104.68 per barel di sesi perdagangan elektronik hari ini. Koreksi harga terjadi setelah menteri keuangan China mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi rata-rata negaranya hanya akan berkisar di 7% pada tahun ini. Persentase tersebut lebih kecil dibandingkan estimasi terdahulu, di mana pihak Beijing optimis pertumbuhan bisa mentok ke level 7.5%.

Lambatnya laju pertumbuhan di China membuat prospek permintaan minyak mentah menjadi tidak jelas. Pasalnya China adalah konsumen terbesar ke-dua dunia, yang berperan besar dalam pergerakan harga. Situasi bisa makin buruk apabila laporan pertumbuhan yang dirilis Senin depan menunjukkan fakta penurunan aktivitas ekonomi di negeri tirai bambu.

Harga minyak pada hari Kamis lalu anjlok $1.61 atau 1.5% per barel menyusul proyeksi yang diumumkan oleh International Energy Agency (IEA). Lembaga ini memprediksi kalau hasil produksi negara-negara non-OPEC akan lebih tinggi dibanding voume permintaan dari wilayah konsumen utama dunia. IEA meramalkan hasil produksi anggota OPEC naik sekitar 1.3 juta barel per hari pada tahun depan. Volume itu lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya di 1.2 juta barel per hari.

Walaupun harganya melemah, kontrak berjangka minyak masih berada dalam jalur untuk menutup pekan dengan kenaikan mingguan 1.6% Faktor rilis data persediaan menjadi motor pengerek harga sejak awal pekan.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar