Kamis, 30 Maret 2017

commodity  Commodity

Minim Motor Penggerak, Minyak Turun ke Bawah $60

Jumat, 26 Juni 2015 17:00 WIB
Dibaca 11886

Monexnews - Harga minyak dunia kembali melemah di akhir pekan karena kekurangan sentimen positif. Investor enggan mengoleksi 'emas hitam' karena belum ada tanda-tanda volume pasokan sudah berkurang. Di sisi lain pembicaraan soal krisis Yunani dan embargo Iran juga belum menghasilkan solusi yang jelas sehingga aksi beli dianggap sebagai keputusan yang riskan sekarang ini.

Setelah sempat menguat 40% akibat harapan akan kenaikan jumlah permintaan dan pemangkasan produksi, harga kembali melemah selama beberapa sesi perdagangan terakhir. Sejak awal Mei, kisaran pergerakan minyak sangat sempit karena tidak ada indikasi suplai minyak berkurang.

Minyak jenis Brent crude untuk pengiriman bulan Agustus turun 0,3% ke $63 per barel di ICE Futures Exchange London. Sementara di New York Mercantile Exchange hari ini, kontrak minyak West Texas Intermediate untuk bulan Juli melemah 0,4% ke bawah $60 atau tepatnya di $59.42 per barel.

Sampai dengan pekan depan, pergerakan minyak akan didominasi oleh kabar soal penyelesaian krisis Yunani dan embargo Iran. Setiap berita tentang dua peristiwa ini akan disikapi oleh pelaku pasar untuk jual dan beli. Terkait dengan proses negosiasi antara Yunani dan Uni Eropa, bisa jadi akan ada kejutan akhir pekan besok karena pihak-pihak yang terlibat berencana untuk menggelar meeting lagi. Seandainya Yunani bangkrut dan terdepak dari zona Euro, maka pasar minyak Eropa akan tersakiti karena prospek permintaan jadi menurun. Sedangkan apabila sanksi Iran akhirnya dicabut oleh Amerika Serikat cs, maka harga juga akan melemah karena artinya suplai minyak negara ini akan membanjiri pasar lagi. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar