Jumat, 24 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Abaikan Data AS dan China

Selasa, 16 Juli 2013 5:36 WIB
Dibaca 485

Monexnews - Harga minyak beranjak naik pada hari Senin, dan ditutup naik tipis seiring trader mengabaikan dampak data ekonomi dan industri yang mix dari China dan AS terhadap tingkat permintaan minyak global. GDP tahunan China melambat menjadi 7.5% pada kuartal kedua tahun 2013, turun selama 9 dari 10 kuartal terakhir, menurut data pemerintah. Bagaimanapun, China menyatakan bahwa tingkat permintaan minyak rebound pada bulan Juni mencapai level tertinggi dalam 4 bulan seiring tempat penyulingan kembali beroperasi. Di AS, data yang menunjukkan penjualan ritel bertambah kurang dari perkiraan pada bulan Juni menguatkan sinyal perlambatan pada pertumbuhan ekonomi, sementara laporan terpisah menunjukkan indeks kondisi bisnis secara umum the Fed bagian New York naik, mengindikasikan ekspansi pada pabrik di kawasan tersebut.

            "Sebelumnya harga minyak sempat turun karena data China yang mengecewakan , namun apsar telah mencetak gain yang cukup signifikan dalam beberapa pekan belakangan dan ada tiga faktor kuat pendorong kenaikan harga minyak untuk saat ini," ucap Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut. "The Fed tidak berencana untuk mengurangi stimulus, adanya penurunan sejumlah 20 juta barel pada suplai minyak AS, dan keresahan di Mesir mulai mereda. Saat ini pertanyaannya adalah faktor apakah yang akan datang dan memicu kenaikan harga minyak?"

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar