Kamis, 25 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Anjlok Di Tengah Buruknya Data China

Kamis, 23 Januari 2014 10:40 WIB
Dibaca 443

Monexnews -

Minyak west texas intermediate melemah untuk pertama kalinya dalam empat hari di tengah spekulasi bahwa permintaan bahan bakar di China akan melambat setelah manufaktur secara tak terduga berkontraksi di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka saat ini turun sebanyak 0.3% di New York. Indeks  manajer pembelian awal di China turun lebih dari estimasi di bulan Januari ke level terlemah dalam enam bulan terakhir, menurut laporan indeks swasta. Cadangan minyak mentah di AS, yang merupakan konsumen terbesar di dunia, kemungkinan naik pada pekan lalu di tengah para kilang minyak mengurangi produksinya, di tunjukan dalam survey Bloomberg News sebelum di rilisnya laporan oleh Energy Information Administration pada malam nanti.

“Lemahnya data PMI China di artikan akan melambatnya permintan minyak di China,” kata Gordon Kwan, seorang kepala analis minyak dan gas di Nomura Holdings Inc., di Hong Kong. “ Harga minyak di perkirakan akan bergerak lebih rendah setelah kepergian cuaca dingin Arctic Express di AS.”

Minyak WTI untuk kontrak bulan Maret tergelincir sebesar 32 sen menjadi $96.41 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange  dan saat ini di perdagangkan di kisaran $96.47 pada pukul 10.38 wib. Kontrak minyak kemarin naik sebanyak $1.76 menjadi $96.73 per barel, level harga penutupan tertinggi sejak 31 Desember. Harga minyak telah melemah sekitar 1.9% sepanjang tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar