Selasa, 26 September 2017

commodity  Commodity

Minyak Anjlok Pasca Referendum Yunani, Fokus Pada Bursa China

Senin, 6 Juli 2015 10:04 WIB
Dibaca 2327

Monexnews - Harga minyak anjlok pada awal sesi hari Senin pasca Yunani menolak kebijakan pengetatan sebagai syarat bailout dan China menggelontorkan sejumlah kebijakan untuk mencegah kehancuran pada bursa saham. Hasil referendum Yunani membuat keraguan terus menyelimuti euro, meyeret euro turun pada awal sesi hari Senin. Penguatan greenback turut menekan pasar minyak karena membuat harga bahan bakar yang dinilai dengan dollar lebih mahal bagi pengguna mata uang lain. Di China, bursa saham menghadapi pekan penting setelah pemerintah mengambil sejumlah kebijakan untuk mencegah keruntuhkan bursa saham yang akan mengancam negara perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut, meski harga saham meroket pada hari Senin seiring merespon kebijakan dari Beijing.

Sementara itu, jumlah rig pengeboran di AS bertambah untuk pertama kalinya pasca penurunan selama 29 pekan, menurut data hari Kamis lalu, sinyal terkuat hingga saat ini bahwa kenaikan harga minyak mentah membuat produsen kembali melakukan aktivitas pengeboran. Tingkat produksi di Rusia dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) juga berada dekat rekor tinggi.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar