Kamis, 14 Desember 2017

commodity  Commodity

Minyak Anjlok, Terseret Proyeksi Perekonomian China

Selasa, 28 Mei 2013 4:14 WIB
Dibaca 453

Monexnews - Harga minyak mentah turun untuk hari kelima, ini merupakan penurunan terpanjang pada tahun ini, seiring China isyaratkan bahwa mereka mungkin menerima tingkat pertumbuhan yang lambat. OPEC diperkirakan akan mempertahankan target suplai yang tidak berubah pada pekan ini.

Minyak berjangka tergelincir sebanyak 1 persen di New York, memperpanjang penurunan 2 persen pada pekan lalu. China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, tidak ingin mengorbankan lingkungannya untuk memastikan pertumbuhan jangka pendek, Presiden Xi Jinping mengatakan pada tanggal 24 Mei. Federal Reserve AS harus melanjutkan stimulus moneternya karena perekonomian masih belum normal. Kata Joseph Stiglitz, ekonom pemenang hadiah nobel pada tanggal 25 mei, OPEC akan mempertahakan batasan produksinya ketika kelompok tersebut bertemu pada 31 Mei di Viena, menurut survei Bloomberg News.

“Kita dapatkan pertumbuhan China yang melambat dan permintaan serta banyaknya pasokan secara online yang datang di AS, sehingga yang di rasakan adalah pasar kelebihan pasokan,” kata Ole Hansen, kepada analis di Sao bank A/S di Copenhagen dalam wawancara di telepon hari ini.”

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar