Jumat, 22 September 2017

commodity  Commodity

Minyak Berada Dalam Tekanan Jelang Laporan Inflasi Zona Euro

Rabu, 7 Januari 2015 16:43 WIB
Dibaca 650

Monexnews -

Minyak mentah AS berjangka anjlok lebih dalam sementara Brent crude oil anjlok dibawah level psikologis $50 per barrel untuk kali pertama sejak tahun 2009, jauh lebih rendah dibanding level puncak bulan Juni tahun lalu diatas level $115 per barrel.

Kejatuhan minyak pada hari Rabu menandakan aksi selloff minyak untuk 6-bulan berturut-turut dipicu oleh tingginya tingkat produksi minyak di AS serta ketakutan pelambatan ekonomi global yang melukai tingkat permintaan minyak dunia.

Setelah data sektor jasa AS dan laporan factory orders jatuh dibawah estimasi, prospek permintaan semakin suram, sehingga memicu kejatuhan minyak lebih lanjut. Departemen Energi AS telah memangkas proyeksi permintaan minyak global untuk 2015 sebesar 800,000 barrel per hari dalam 6 bulan terakhir ini. Sementara impor minyak dari China diperkirakan hanya tumbuh 200,000 barrel per hari untuk 2015, lebih renadh dibanding tahun 2014 sekitar 504,000 barrel per hari.

Fokus selanjutnya akan tertuju pada laporan inflasi zona Euro selama bulan Desember dan minutes rapat FOMC yang dirilis hari Rabu, dimana para investor akan mencari petunjuk potensi kenaikan suku bunga AS tahun ini serta imbasnya terhadap Dollar yang akhirnya akan mempengaruhi pergerakan harga minyak jangka pendek.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah AS berjangka melemah -0.92% di level $47.49 per barrel, setelah meraih titik tertinggi intraday di $48.18 dan level terendah hariannya di $46.83 per barrel.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar