Selasa, 24 Januari 2017

commodity  Commodity

Minyak Berakhir Diatas $89 Jelang Data Suplai

Rabu, 24 April 2013 5:35 WIB
Dibaca 434

Monexnews - Minyak berjangka berakhir hampir tidak berubah pada hari Selasa, seiring lemahnya aktifitas manufaktur global yang meningkatkan kekhawatiran pada permintaan energi menjelang perilisan angka terbaru pasokan minyak AS.

Harga minyak sempat turun sekitar 1 % setelah adanya laporan palsu dari Associated Press di Twitter yang mengatakan bahwa ada dua ledakan di White House, namun harga minyak kembali pulih setelah AP mengkonfirmasi bahwa akun mereka telah di bajak.

Minyak berjangka merosot lebih dari 9% pada bulan ini, pelemahan ini merupakan bagian dari kecemasan pada lemahnya permintaan minyak di saat suplai meningkat.

Data manufaktur yang kurang baik dari China, Eropa, dan AS semakin membebani harga minyak, kata Matt Smith, analis di Schneider Electric. Bagaiamanpun, reli tajam sedang berlangsung di pasar ekuitas, karena seluruh dugaan buruk adalah baik bahwa (Bank Sentral Eropa) akan lebih melonggarkan kebijakan moneternya untuk menstimulasi ekonomi Eropa yang suram, yang telah menyebabkan menguatnya harga minyak,” kata Smith dalam emailnya

 

 

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar