Senin, 21 Agustus 2017

commodity  Commodity

Minyak Berpotensi Masih Lemah Seiring Melonjaknya Ekspor Minyak AS

Kamis, 8 Januari 2015 9:22 WIB
Dibaca 707

Monexnews - Minyak diperdagangkan di dekat level terendah sejak April 2009 di tengah ekspor minyak AS yang di rekor tertingginya telah meningkatkan spekulasi bahwa melimpahnya minyak global akan menggerakkan minyak di pasar bear untuk waktu yang cukup lama.

Kontrak minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York pada pagi ini setelah kemarin rebound sebesar 1.5%. Ekspor minyak AS melonjak sebesar 34% untuk rata-rata 502,000 barel per hari di bulan November, itu adalah rekor tertinggi sejak tahun 1920. Pengiriman minyak dari Irak Utara melonjak sebesar 70% di bulan Desember setelah wilayah Kurdi mencapai sebuah kesepakatan dengan pemerintah pusat di Baghdad.

Andrew J. Hall, manajer hedge fund komoditas mengatakan kepada investor bahwa minyak dapat di perdagangkan di kisaran $40 per barel di tahun 2015, dan harga kemungkinan akan mulai dapatkan beberapa dukungan di semester kedua tahun ini. Sementara itu Kang Yoo Jin, analis komoditas di NH Investment & Securities Co., di Seoul mengatakan bahwa masih ada resiko di pasar minyak untuk turun lebih lanjut, ada beberapa rintangan yang sulit untuk minyak di semester pertama tahun ini seiring kita semakin dekat dengan musim rendahnya permintaan di saat OPEC menentukan untuk mempertahankan kuota output mereka.

Minyak WTI Februari naik sebesar 48 sen, di $49.22 per barel di dalam perdagangan elektronik di Nymex pada pukul 09.18 wib. Minyak kemarin naik sebesar 72 sen menjadi $48.65.

 

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar