Minggu, 22 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Berpotensi Pertahankan Gain Setelah Rebound

Kamis, 8 Januari 2015 13:33 WIB
Dibaca 985

Monexnews - Minyak pertahankan penguatannya setelah rebound dari level terendah sejak April 2009 seiring investor mempertimbangkan apakah aksi jual sudah berlebihan atau tidak di tengah spekulasi bahwa pertumbuhan produksi AS mungkin akan melambat.

Minyak berjangka menguat sekitar 1.5% di London. Andrew J. Hall, mengatakan bahwa pasar kemungkinan akan mendapatkan beberapa pemulihannya di semester kedua tahun ini. Sementara itu analis di Credit Suisse Group AG memangkas perkiraan mereka untuk kenaikan output minyak mentah AS pada tahun ini menjadi 500,000 barel per hari.

Minyak anjlok dengan begitu cepat dan telah menggiring sentimen dari beberapa ekonom mulai dari Bank of America Corp sampai UBS AG untuk  mengatakan bahwa belum ada tanda-tanda jelas pada kapan kejatuhan minyak akan berakhir. AS memompa minyak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga dekade di tengah maraknya pengeboran horizontal yang membuka cadangan minyak shale, menambahkan suplai global yang Qatar estimasikan saat ini mencapai surplus 2 juta barel per hari.

Gordon Kwan, kepala analis di Nomura Holdings Inc., di Hong Kong mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi taruhan untuk tren satu arah. Orang-orang pada akhirnya menyadari bahwa harga minyak telah oversold. Ini seharusnya menjadi teknikal rebound, namun saya berpikir bahwa ini akan membawa kita melihat minyak di atas $60."

Minyak Brent Februari menguat sebesar 76 sen menjadi $51.91 per barel di London dan saat ini bergerak di kisarab $51.34 pada pukul 13.30 wib, sementara itu minyak WTI Februari naik sebesar $1, atau 2.1%, menjadi $49.65 per barel dalam perdagangan elektronik.

 

fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar