Senin, 23 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Brent Melemah Sebelum Data China, WTI Stabil

Senin, 22 September 2014 9:11 WIB
Dibaca 823

Monexnews - 

Minyak Brent turun untuk kali ketiga dalam empat hari sebelum dipublikasikannya data manufaktur dari China, yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia. Sementara itu minyak WTI bergerak stabil di New York.

Kontrak berjangka Brent turun sebanyak 0.5% di London. Indeks produksi pabrik China kemungkinan akan berada di level 50 di bulan September, di tunjukkan dalam hasil survei Bloomberg News sebelum di laporkannya pembacaan awal dari HSBC Holdings Plc besok. Menurut survei, hasilnya akan turun dari pembacaan di level 50.2 untuk bulan Agustus. Libya telah memompa minyak sebanyak 700,000 barel perhari setelah produksi telah di kurangi di kilang Sharara, berdasarkan laporan dari National Oil Corp.

"Ada beberapa momentum penurunan di dalam outlook pasar untuk ekonomi China pada saat ini," kata Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney pada hari ini. "Berita-berita dari China telah melemah secara konsisten akhir-akhir ini."  

Minyak Brent untuk settlemen bulan November turun sebanyak 49 sen menjadi $97.90 per barel di bursa ICE Futures Europe di London dan saat ini bergerak di kisaran $97.91 pada hari ini. Harga telah melemah sebanyak 12% pada tahun ini.

Minyak untuk bulan Oktober, yang kontraknya berakhir hari ini, tergelincir sebanyak 20 sen menjadi $92.21 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak teraktif pada bulan November bergerak turun 23 sen di kisaran $91.42. Premi minyak WTI terhadap Brent berada di level $6.50 pada bulan yang sama, di bandingkan dengan $6.74 pada tanggal 19 September.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar