Senin, 24 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Brent Naik Sebelum Data China, WTI Stabil

Senin, 24 Maret 2014 8:27 WIB
Dibaca 576

Monexnews -

Harga minyak mentah Brent di perdagangkan dekat level tertinggi dalam sepekan di London sementara itu minyak WTI bertahan di kisaran $99 per barel sebelum di publikasikannya indeks produksi pabrik China, yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Minyak berjangka Eropa hanya sedikit berubah setelah menguat selama dua hari sampai 21 Maret seiring Rusia menyelesaikan aneksasi Crimea dari Ukraina. Indeks manufaktur China dari HSBC Holdings Plc dan Markit di proyeksikan akan menjadi 48.7 pada bulan ini, di bandingkan dengan 48.5 di bulan Februari, menurut estimasi median dari analis yang di survey oleh Bloomberg News. Pembacaan di bawah 50 sinyalkan kontraksi.

“Kami memang melihat angka-angka yang sangat lemah di bulan Februari dan itu telah di nilai pasar untuk outlook pertumbuhan yang rendah,” kata Michael McCarty, kepala analis di CMC Market di Syndey. “Jika itu hanya masalah distorsi dari libur Imlek  kami cenderung akan melihat penilaian kembali yang positif dari pertumbuhan China. Untuk Brent, kami melihat harga akan bergerak di kisaran $106.50 dan selanjutnya kita dapat melihat Brent menguji ulang ke $110.”

Harga settlement minyak Brent untuk bulan Mei bergerak di kisaran $106.80, turun sebesar 12 sen, di bursa berjangka Eropa ICE pada hari ini. Minyak berjangka menguat sebesar 47 sen pada tanggal 21 Maret, memangkas kerugian mingguan menjadi $1.65, atau 1.5%.

Minyak WTI untuk kontrak bulan Mei melemah 13 sen menjadi $99.33 perbarel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan sekitar 51% di bawah rata-rata pergerakan 100 hari. Minyak AS memangkas premi menjadi $7.47 terhadap Brent. Harga naik sebesar 0.9% pada tahun ini.

Para pemimpin dunia berkumpul di The Hague untuk membahas ketegangan di Ukranina seiring negara-negara Barat mengungkapkan kecemasannya bahwa Rusia menempatkan tentaranya di perbatasan negari tetangganya tersebut.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar