Selasa, 26 September 2017

commodity  Commodity

Minyak Brent Turun Seiring Meredanya Ancaman Suplai di Irak

Senin, 18 Agustus 2014 9:04 WIB
Dibaca 624

Monexnews -

Minyak Brent turun di tengah spekulasi bahwa ancaman terhadap suplai minyak di Timur Tengah mereda. Sementara itu minyak West Texas Intermediate juga melemah di New York.

Minyak berjangka turun sebanyak 0.7% di London, memperpanjang penurunan menjadi sebesar 1.4% pada pekan lalu. Para tentara Kurdi mengambil kontrol terhadap sebagian besar bendungan terbesar di Irak di tengah Amerika Serikat memperluas kekuatan udaranya dalam kampanye membantu para tentara Kurdi dalam menghadapi ISIS di wilayah utara Irak. Produksi di Libya, yang juga anggota OPEC, naik menjadi 540,000 barel per hari seiring pelabuhan di Es Sider di persiapkan untuk mengapalkan minyak mentah, menurut laporan dari BUMN National Oil Corp.

"Situasi di Irak adalah sesuatu yang pasar akan pikirkan selanjutnya," kata Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney pada hari ini. "Itu maksudnya adalah, sebagian besar produksi di Bahdad akan bertahan dan tidak akan ada penyerangan ke wilayah selatan, atau peristiwa yang akan benar-benar mengggangi suplai minyak."

Minyak Brent untuk settlement Oktober turun sebanyak 72 sen menjadi $102.81 per barel dalam perdagangan di bursa ICE Futures Europe. Kontrak naik sebanyak $1.46 menjadi $103.53 per barel pada tanggal 15 Agustus. Harga minyak telah turun sebanyak 7.2% pada tahun ini.
Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 54 sen, atau 0.6% menjadi $96.81 per barel di dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Premi minyak WTI terhadap Brent menjadi $7.96 pada bulan yang sama. Spread di tutup di $8.21 pada tanggal 15 Agustus, itu adalah yang terlebar sejak 24 Juni.

Konflik di Irak, yang merupakan negara produsen terbesar kedua di OPEC, telah terhindar dari wilayah selatan, yang merupakan rumah dari sekitar tiga perempat produksi negara tersebut. Irak memompa sebanyak 3 juta barel per hari di bulan Juli, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar