Sabtu, 22 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Cemaskan Potensi Oversupply Dan Penguatan Dollar

Jumat, 6 Maret 2015 13:52 WIB
Dibaca 786

Monexnews - Sentimen positif dari stimulus moneter European Central Bank gagal menopang penguatan minyak mentah WTI pada sesi Asia seiring kecemasan pasar akan oversupply dan potensi naiknya Dollar AS membuat harga minyak mentah mendekati harga terendah harian. Harga minyak mentah menguat tipis, berusaha bertahan di atas level $50, kini berada di kisaran $50.83/ barel, dengan level tertinggi harian $51.14 dan level terendah harian $50.79.

Investor memerhatikan pembahasan nuklir antara Iran dan AS. Menteri Luar Negeri Iran pada hari Kamis menyatakan moratorium atau penghentian 10-tahun pada beberapa aspek program nuklirnya mungkin bisa diterima, namun menolak memberikan penjelasan lebih detail. Sinyal perjanjian jangka panjang antara Iran dan enam negara besar Timur Tengah lainnya akan membuat minyak mentah Iran kembali membanjiri pasar.

Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang positif dapat mengukuhkan Dollar AS terhadap mata uang utama jika mampu menjadi alasan untuk menaikkan suku bunga AS dalam beberapa bulan mendatang. Nilai Dollar AS yang tinggi akan menambah membuat minyak mentah yang berdenominasi Dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor pemegang mata uang lain.

Data rig yang dirilis Baker Hughes juga menjadi fokus perhatian pasar minyak mentah di hari Jumat. Pekan lalu jumlah rig aktif di AS menyentuh level di bawah 1.000 untuk pertama kalinya sejak bulan Juni 2011. Pasar menandai turunnya jumlah rig aktif sebagai proyeksi tingkat produksi minyak mentah AS. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar