Sabtu, 21 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Cemaskan Prospek Permintaan

Senin, 4 Maret 2013 22:45 WIB
Dibaca 577

Monexnews - Harga minyak mentah berjangka tergelincir pada awal pekan ini, menyusul lemahnya prospek pertumbuhan permintaan minyak dunia dan penguatan Dollar AS. Harga minyak mentah telah merosot lebih dari 8% sejak pertengahan Februari di tengah kekhawatiran tentang permintaan dari konsumen utama minyak dunia.

Harga minyak terlempar ke posisi terendah 2-bulan pada hari Jumat lalu setelah data China menunjukkan aktivitas manufaktur menyusut pada bulan Februari dari bulan sebelumnya. China merupakan konsumen minyak terbesar ke-2 di dunia.

Para analis dan trader juga mengkhawatirkan data-data ekonomi dari AS, konsumen minyak terbesar di dunia. Laporan Departemen Perdagangan AS pada Jumat lalu menunjukkan jika kenaikan pajak telah menekan pendapatan pribadi ke level terendah 20-tahun pada bulan Januari. Tidak adanya tanda-tanda akan lahirnya sebuah kompromi di antara Gedung Putih dan Kongres untuk menghindari pemangkasan belanja sebesar $85 milyar juga turut mengundang keprihatinan di kalangan investor minyak.

Katalis negatif juga datang dari penguatan Dollar AS, yang membuat komoditas berdenominasi mata uang AS menjadi kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Ketidakpastian mengenai masa depan reformasi ekonomi Italia telah mendorong permintaan untuk Greenback, yang dipandang sebagai mata uang safe haven.

Saat ini minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan April diperdagangkan pada kisaran $90.35 atau sekitar 0,5% di bawah harga penutupan hari Jumat. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar