Monexnews - Harga minyak naik di sesi London, ditopang oleh kekhawatiran akan terganggunya supplai dari Timur Tengah dan Laut Utara. Kongress AS loloskan Undang-Undang yang akan berikan sanksi terhadap perbankan, perusahaan asuransi, dan perkapalan yang membantu Teheran untuk menjual minyaknya; ini tentunya akan mempersulit Iran untuk menjual minyaknya. Kurdistan, salah satu provinsi di Iran, mengancam akan hentikan ekspor minyak pada 31 Agustus mendatang jika pemerintah pusat tidak menyelesaikan pembayaran. Sementara itu, proses perawatan kilang minyak di Laut Utara akan memangkas produksi untuk bulan September.
"Kembali memburuknya situasi di Iran dan Irak, serta terganggunya produksi minyak Laut Utara berhasil menopang performa minyak, " ujar Nick Trevethan, strategis komoditas ANZ Bank. Sentimen juga cukup positif setelah data tadi pagi tunjukan masih berlanjutnya ekspansi sektor jasa Cina, salah satu konsumen minyak utama dunia. Meski demikian, investor masih nantikan data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada pukul 19.30 WIB untuk mencari petunjuk lebih lanjut akan outlook pemulihan ekonomi terbesar dunia. (fr)

Komentar