Kamis, 25 Mei 2017

commodity  Commodity

Minyak Ditutup Menguat Seiring Harapan Pengurangan Stok

Rabu, 18 Februari 2015 3:59 WIB
Dibaca 663

Monexnews - Minyak WTI ditutup menguat dengan investor menimbang ancaman produksi minyak mentah di Libya dan Irak. Sebelumnya perdagangan minyak mentah sempat turun 1,95% tertekan kecemasan terkait stabilitas zona Euro.

Organisasi riset independen, JBC Reseach mengestimasi output minyak mentah Libya turun sekitar 150.000 barel per hari, dari 900.000 barel di bulan Oktober setelah penyerangan Mesir ke Libya meledakkan jalur pipa di dekat ladang minyak El Sarir. Sementara di Irak, ekspor minyak mentah terganggu cuaca buruk sehingga mengakibatkan ekspor bulan Januari produsen minyak terbesar di Timur Tengah ini turun 900.000 barel per hari. Ketidakstabilan di dua negara produsen minyak terbesar dunia ini membuat pasar menilai akan adanya penurunan jumlah stok minyak mentah global sehingga bisa kembali menyeimbangkan neraca perdagangan minyak.

Namun analis mengingatkan masih kuatnya ancaman surplus stok minyak dengan inventori minyak AS mencapai level tertinggi 5-pekan. "Penutupan kilang minyak AS, dalam bentuk periode perawatan dan aksi perusahaan, akan melemahkan permintaan minyak mentah AS, dan memperburuk surplus stok minyak mentah dalam jangka pendek," ujar Gareth Lewis-Davies dan Harry Tchilinguirian, analis BNP Paribas.

Harga minyak mentah ditutup di level $53.11 per barel, di dekat level tertinggi harian, $54.08 dan menjauhi level terendah harian $50.79. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar