Senin, 27 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Flat Tertekan Oleh Data China

Selasa, 25 Maret 2014 5:35 WIB
Dibaca 485

Monexnews - Minyak mentah diperdagangkan stabil pada hari Senin, tertekan turun oleh data China yang mengacu pada lemahnya tingkat permintaan di negara konsumen energi terbesar dunia, namun terdukung oleh potensi gangguan pada suplai minyak akibat krisis di Ukraina dan kekacauan di Libia. Aktivitas sektor manufaktur China melambat di bulan Maret, menurut hasil survey, menambah serentetan data lemah tahun ini yang menguatkan kecemasan mengenai perlambatan. Pemerintah berusaha untuk mengurangi ketergantungan perekonomian terhadap ekspor, namun investor cemas bahwa tingkat pertumbuhan akan melambat lebih cepat dari perkiraan. Bagaimanapun juga, minyak masih ditopang oleh kecemasan suplai dengan resiko konfrontasi pihak Barat mengenai Ukraina dapat berujung pada gangguan suplai energi dari Rusia, penyalur minyak dan gas utama ke Eropa.

Ekspor minyak Libia juga berada lebih dari 1 juta barel per hari di bawah kapasitas akibat kerusuhan sipil. Data ekonomi China yang lebih lemah dari perkiraan juga meningkatkan ekspektasi bahwa pemerintah dapat menambah stimulus perkeonomian. Bursa saham China menguat dalam harapan adanya stimulus. Sementara minyak jenis Brent telah turun hampir sebanyak 4% tahun ini, di tengah resiko geopolitik seiring Rusia mengambil alih wilayah Crimea milik Ukraina.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar