Sabtu, 22 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Kembali Reli Atas Ketegangan Geopolitik

Jumat, 18 Juli 2014 9:13 WIB
Dibaca 862

Monexnews -

Minyak West Texas Intermediate menuju kenaikan mingguan pertama dalam sebulan dan minyak Brent menguat setelah pesawat penumpang Malaysia Airlines di tembak jatuh di Ukraina dan Israel mengirim tentaranya ke Jalur Gaza.

Minyak berjangka naik sebanyak 0.7% di New York, memperpanjang kenaikan sebesar 2% pada saat kemarin, itu adalah penguatan terbesar sejak 12 Juni. Pesawat Boeing 777 kecelakaan dalam rute ke Kuala Lumpur dari Amsterdam di daerah pertempuran perang sipil Ukraina, kondisi tersebut berikan ancaman terhadap meningkatnya ketegangan di Eropa untuk menjadi krisis geopolitik terburuk sejak berakhirnya Perang Dingin. Pergerakan tentara dan tank Israel ke wilayah Gaza menandai operasi pertempuran darat pertama di Gaza sejak tahun 2009.

“Kita berpotensi dapatkan lebih banyak kenaikan pada minyak seiring pergerakan pasar membangun kembali untuk adanya resiko utama,” kata Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney yang memprediksi investor mungkin menjual kontrak WTi jika harga naik ke $105.20 per barel. “Terlepas dari situasi konflik militer, pertanyaannya saat ini adalah seberapa jauh Eropa akan memberikan lebih banyak sanksi, yang mungkin pada akhirnya akan menghambat aliran minyak atau gas.”

Minyak WTI untuk kontrak bulan Agustus naik sebanyak 75 sen menjadi $103.94 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini bergerak di kisaran $103.70 pada pukul 09.13 wib. Kontrak naik sebesar $1.99 menjadi $103.19 kemarin, itu adalah level penutupan tertinggi sejak 8 Juli. Harga minyak telah naik sebesar 2.8% pada pekan ini dan lebih tinggi 5.3% dari tahun lalu.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar