Minggu, 23 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Kembali Tembus Atas $60 Setelah Pertempuran di Irak Dan Yaman

Senin, 18 Mei 2015 15:57 WIB
Dibaca 20063

Monexnews -  Harga minyak mentah melonjak kembali di atas $60 per barel pada perdagangan hari Senin setelah pertempuran di Irak dan Yaman memicu ketakutan bahwa suplai mungkin akan terganggu.

Namun, penguatan terbatas, oleh ketakutan tentang pemulihan produksi minyak shale AS dan pertemuan OPEC yang semakin dekat.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet untuk pengiriman bulan Juni naik sebesar 46 sen, atau 0.77%, menjadi $60.39 per barel, sementara itu minyak Brent bulan Juli di London naik 26 sen, atau 0.43%, menjadi $67.44 per barel.

Harga minyak nymex berakhir 0.5% lebih tinggi pada pekan lalu dan telah naik selama tiga pekan beruntun, sementara itu minyak Brent menguat 1% pada pekan lalu dan telah reli untuk tujuh dari sembilan pekan terakhir.

Penguatan minyak pada hari Senin datar setelah ISIS menguasai kota Barat Ramadi, ibukota di provinsi terbesar di Irak. Kemenangan tersebut telihat sebagai kemunduran dalam upaya AS yang ingin menghancurkan kelompok ekstrimis tersebut.

Sementara itu di Yaman, koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi kembali melakukan serangan udara terhadap pejuang Houthi, menurut laporan media, setelah gencatan senjata selama lima hari antara kedua belah pihak pada Minggu malam. Konflik di Timur tengah cenderung untuk meningkatkan ketakutan tentang suplai minyak di kawasan tersebut, berikan dukungan terhadap harga minyak yang sebagian besar digerakan oleh keseimbangan suplai dan permintaan.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar