Minggu, 23 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Light Sweet Dekati High 1 Bulan, Supplai Minyak Mentah US Nampak Meningkat

Selasa, 19 Maret 2013 16:35 WIB
Dibaca 460

Monexnews - Minyak Light Sweet (WTI) diperdagangkan dekat high 1 bulan seiring ketegangan pajak perbankan di Siprus mereda, yang mengancam makin buruknya krisis hutang Eropa. Laporan hari ini menunjukan supplai minyak mentah US meningkat terbanyak sejak Juni.

Minyak berjangka sedikit berubah pada perdagangan New York. Harga kembali naik kemarin dari pelemahan intraday sebesar 1.8% setelah parlemen Eropa memberikan signal fleksibilitas bagi restribusi pinjaman terkait masalah bailout Siprus. Supplai minyak mentah US mungkin naik untuk minggu ke 9-nya, kenaikan tertinggi sejak bulan May, berdasar data Bloomberg sebelum laporan dari departemen energi besok. Kemarin mentri perminyakan Arab Saudi, Ali Al-Naimi berkata bahwa harga Minyak pada kisaran $100/ barrel adalah “pantas” dan tidak akan mencekik pertumbuhan ekonomi global.

WTI kontrak April yang akan berakhir besok pada $93.75 per barrel, naik 1sen, pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange saat sesi Asia. Kontrak Mei yang lebih aktif diperdagangkan naik 2sen ke $94.13.

Kontrak Mei untuk Brent melemah 32 sen ke $109.19 per barrel pada perdagangan ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London.

 

Rebound Harga

Minyak mentah di New York memiliki tahanan atas sepanjang middle bollinger band, pada kisaran $93.80 per barrel hari ini, berdasar data Google. Minyak berjangka telah tertahan kenaikan intradaynya dekat indikator ini selama 2 hari terakhir, menunjukan kemungkinan terkumpulnya sell order pada level tersebut. Tembusnya dari level resistance tersebut memungkinkan signal penguatan lebih jauh.

Minyak kembali naik kemarin seiring pejabat Eropa berkata Siprus dapat memperingan syarat retribusi pada deposito perbankan yang ditargetkan sebesar 5.8 billion euro sebagai bagian dari paket penyelamatan. Kemarahan publik atas pajak ini mengancam akan menggagalkan bailout negaranya dan melanjutkan resesi di Eropa.

Kenaikan Persediaan

Persediaan minyak mentah US diperkirakan naik 2 juta barrel mencapai 386 juta pada Jumat depan berdasar survei Bloomberg. Caangan bahan bakar kemungkinan turun 2 juta barrel.

American Petrolium Institute (API/ institut perminyakan Amerika) yang didanai oleh industri ini , dijadwalkan akan melaporkan data persediaan terpisah hari ini. API mengumpulkan tumpukan informasi berdasarkan sukarela dari para operator dari pengilangan, terminal –terminal minyak besar, dan pipa jaringan. Pemerintah mengharuskan laporan dibukukan kepada Energy Information Administration, unit statistik departemen energi, untuk survey mingguannya.

(gsy)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar