Sabtu, 25 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Masih Cemaskan Kelebihan Suplai

Selasa, 21 Oktober 2014 5:56 WIB
Dibaca 535

Monexnews - Harga minyak jenis Brent turun dalam spekulasi bahwa OPEC tidak akan mengambil tindakan untuk menopang harga minyak sebelum pertemuan yang dijadwalkan tanggal 27 November nanti di Vienna. Sementara minyak West Texas Intermediate diperdagangkan flat. Arab Saudi dan Kuwait telah mensinyalkan bahwa penurunan pada harga tidak menjamin adanya pemangaksan tingkat produksi minyak dalam waktu dekat. Presiden Iran Hassan Rouhani menginstruksikan pada menteri perminyakan untuk menggunakan jalur diplomatik untuk menghentikan penurunan pada harga, menurut agensi berita Mehr kemarin.

“Realita masih buruk, kita memproduksi kelebihan sekitar 1.5 - 2 juta barel per hari dari permintaan yang ada,” ucap Tom Finlon, direktur pada Energy Analytics Group LLC. “Pernyataan dari Arab Saudi dan Kuwait memperjelas apa yang tidak akan mereka lakukan hingga pertemuan digelar sekitar lebih dari sebulan kedepan.”
Bank-bank termasuk BNP Paribas SA dan Bank of America Corp. memprediksikan harga minyak sudah berada dekat dasarnya, sebagian mengandalkan Organization of Petroleum Exporting Countries untuk memangkas output. Goldman Sachs Group Inc. pada tanggal 17 Oktober mengatakan bahwa penurunan pada harga minyak telah terlalu dalam. Sejumlah anggota OPEC menginginkan harga rata-rata minyak Brent yang lebih tinggi dari level saat ini untuk menyeimbangkan anggaran mereka, menurut Deutsche Bank AG. Venezuela menginginkan tingkat harga rata-rata pada $162 per barel tahun ini, sementara harga break-even Arab Saudi pada $99.20 per barel, menurut Rober Burgess analis di London pada tanggal 17 Oktober lalu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar