Sabtu, 25 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Masih Stabil Di Tengah Iran Berupaya Pangkas Produksi OPEC

Senin, 24 November 2014 8:57 WIB
Dibaca 584

Monexnews - Minyak Brent di perdagangkan di kisaran level $80 pada pagi ini di tengah tanda-tanda bahwa Iran tampaknya akan mempertimbangkan pengurangan produksi pada pertemuan kelompok OPEC pada pekan ini dan setelah China secara tak terduga memangkas suku bunga acuannya. Minyak West Texas Intermediate stabil di New York.

Minyak berjangka hanya sedikit berubah di London. Menurut laporan surat kabar pemerintah Iran Mehr, Menteri perminyakan Iran Bian Namdar Zangareh mungkin mengajukan pengurangan sebanyak 1 juta barel perhari ketika dia bertemu Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al-Naimi sebelum pertemuan OPEC. China memangkas biaya pinjaman untuk pertama kalinya sejak Juli 2012 seiring para pemimpin mengambil langkah untuk mendukung perekonomian di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Minyak telah merosot ke pasar bear seiring AS memompa suplai pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Para anggota utama di kelompok OPEC menolak seruan utnuk mengurangi suplai di saat negara-negara lainnya seperti Venezuela dan Ekuador berusaha bertindak untuk naikan harga sebelum pertemuan di tanggal 27 November di Vienna.

Minyak Brent untuk settlement Januari naik sebesar 6 sen menjadi $80.42 di London pada pagi ini. Harga telah menguat sebesar 1.2% dalam lima hari sampai 21 November, itu adalah kenaikan mingguan pertama sejak September.

Minyak WTI bulan Januari saat ini tidak banyak berubah di kisaran $76.50 per barel di Nymex. Kontrak menguat sebesar 0.9% menjadi $76.51 pada tanggal 21 November. Harga WTI telah anjlok sebesar 22% pada tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar