Selasa, 25 Juli 2017

commodity  Commodity

Minyak Melambung Akibat Kecemasan Konflik Libya

Senin, 29 Desember 2014 16:03 WIB
Dibaca 620

Monexnews -

Harga minyak melambung di hari Senin, setelah dua minggu berturut-turut anjlok para pelaku pasar kembali memborong minyak akibat kecemasan eskalasi konflik Libya menambah kekhawatiran gangguan supply dari negara produsen OPEC tersebut.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah AS berjangka menguat 1.44% di level $55.54 per barrel, setelah meraih titik tertinggi intraday di $55.60 dan level terendah hariannya di $55.14 per barrel.

Konflik Libya telah menyebabkan kebakaran di salah satu terminal ekspor minyak utama Libya dan turut menghancurkan stok cadangan minyak sebanyak 800,000 barrel di kilang tersebut, setara dengan kapasitas output Libya untuk lebih dari dua hari.

Katalis positif lainnya adalah rencana otoritas China dan Jepang yang akan menambah likuiditas juga turut menambah sentimen positif di minyak. Bank sentral China (PBoC) berencana untuk melonggarkan rasio loan-to-deposit untuk perbankan pada tahun depan. Perekonomian China sendiri diekspektasikan hanya tumbuh 7 persen di 2015, lebih lambat dibanding proyeksi semula di 7.3%. Sementara di Jepang, pemerintah telah menyetujui stimulus belanja senilai $29 milyar untuk memberikan subsidi pada masyarakat Jepang dan diharapkan dapat mendongkrak laju GDP sebesar 0.7%.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar