Selasa, 17 Januari 2017

commodity Commodity

Minyak Melambung Di Tengah Memburuknya Gejolak di Irak

Jumat, 8 Agustus 2014 2:53 WIB
Dibaca 720

Monexnews -

Minyak menguat pada hari Kamis, rebound dari level terendah dalam sebulan karena situasi keamanan di Irak Utara yang memburuk, itu telah meningkatkan kecemasan atas gangguang pasokan.

Minyak Brent dan WTI reli, setelah adanya laporan yang mengatakan bahwa Presiden AS Barack Obama mempertimbangkan untuk melakukan serangan udara kepada para milisi ISIS di negara minyak terbesar kedua di antara anggota OPEC. Sebelumnya, dua mobil bom membunuh sembilan orang di kota minyak irak di Kirkuk yang kuasai oleh suku Kurdi, di laporkan oleh polisi dan tenaga medis.

“Pernyataan dari Obama membantu menggerakan pasar, namun kita perlu melihat tindakan yang terjadi sebelum harga minyak naik lebih tinggi lagi,” kata Gene McGillian, seorang analis di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Dia mengatakan bahwa pasokan global masih cukup untuk menekan harga minyak, dan di mencatat bahwa belum ada gangguan di kilang produksi minyak di Irak.

Minyak Brent naik 70 sen menjadi di atas $105 per barel. Brent berakhir di $104.59 per barel pada hari Rabu, itu adalah level terendah sejak 7 November. Minyak WTI naik sebesar 42 sen untuk settle di $97.34 per barel, harga naik dari level terendah sejak bulan Februari.

Di pertengahan Juni, minyak Brent dan WTI sentuh level tertinggi dalam sembilan bulan atas ketakutan tentang pemberontakan Sunni. Namun harga minyak telah turun lebih dari $10 per barel dalam enam pekan terakhir meskipun masih berlangsungnya kekerasan, seiring para trader dan investor mengalihkan perhatian mereka ke lemahnya fundamental ekonomi AS dan global.

Selain itu, masalah kilang minyak di AS, yang termasuk penurunan operasional kilang selama empat pekan di Coffeyville, Kansas, telah membebani harga minyak, menjelang perawatan kilang di musim gugur, yang biasanya di lakukan ketika lemahnya permintaan.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar