Senin, 23 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Melemah Ditengah Memudarnya Resiko Terhadap Pasokan

Selasa, 18 Maret 2014 2:48 WIB
Dibaca 575

Monexnews -

Harga minyak di tutup lebih rendah pada hari Senin, memberikan sebagian besar penguatan yang di bukukan dalam dua sesi perdagangan terakhir, seiring para investor meremehkan kemungkinan gangguan pasokan minyak global dalam kondisi hasil pemungutan suara Crimea untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Sebagian besar data ekonomi AS, yang mendukung outlook permintaan energy, membantu mempertahankan pelemahan harga minyak di teluk.

Kontrak minyak WTI untuk bulan April turun sebanyak 81 sen, atau 0.8%, untuk settle di $98.08/barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak dihitung telah naik sebesar 0.9% pada hari Kamis dan Jumat.

Sementara itu pada bursa berjangka ICE, kontrak minyak Brent bulan Mei, yang merupakan kontrak patokan Eropa, melemah sebanyak $1.97, atau 1.8%, menjadi $106.24/barel, ini merupakan level penutupan terendah sejak 6 Februari, di tunjukan dari data FactSet.

“Pergerakan minyak mentah melemah sepanjang sesi,” kata John Macaluso, analis riset di Tyche Capital Advisors. Hasil dari Crimea tidak berdampak pada harga minyak mentah dan begitu juga dari komentar Obama terhadap pemberian sanksi, tambahnya.

Pemerintahan Crimea  yang di dukung oleh Moskow secara resmi telah meminta untuk bergabung dengan Rusia setelah hasil referendum pada hari Minggu, dimana sebanyak 97% pemilih mendukung pemisahan dari ukraina.

Uni Eropa telah memberikan sanksi terhadap 13 pejabat Rusia dan delapan pejabat Crimea dalam menanggapi hasil referendum, di laporkan oleh Wall Street Journal. Gedung Putih juga telah umumkan sanksi terhadap tujuh pejabat pemerintah Rusia dan dua pemimpin separatis Crimea serta mantan presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan para kepala staff kepresidenan.

Meskipun begitu, dampak ekonomi dari sanksi tersebut terlihat kecil. Itu hanya menurunkan resiko dari gangguan apapun terhadap pasokan minyak global.

Untuk pasokam minyak, fokus utama pasar masih pada Irak yang telah memompa minyak ke level yang sangat tinggi yang tidak pernah terlihat pada tahun ini,” kata Tariq Zahir, yang merupakan salah seorang anggota yang mengelola di Tyche Capital Advisors, yang menambahkan bahwa produksi dari negara-negara OPEC telah berjalan di atas kuota. Produksi OPEC naik menjadi 30.11 juta barel perhari di bulan Februari, menurut hasil survei Platts dari para pejabat OPEC dan industri minyak serta analis yang di rilis pada awal bulan ini.

 

 

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar