Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

commodity  Commodity

Minyak Melemah, Merespon Penguatan Dollar Dan Oversuplai di AS

Sabtu, 27 Desember 2014 3:26 WIB
Dibaca 945

Monexnews - Harga kontrak minyak berjangka AS berakhir lebih rendah pada hari Jumat, merosot karena penguatan dollar dan melimpahnya minyak di Amerika Serikat yang merupakan konsumen terbesar di dunia dan mengabaikan turunnya produksi dari Libya.

Minyak mentah AS berakhir turun 2%, atau $1.11, di $54.73 per barel dalam perdagangan yang tipis seiring banyak negara yang masih dalam libur Natal. Kontrak telah turun sekitar 4% pada pekan ini. Sementara itu, minyak brent berakhir turun sekitar 70 sen di $59 per barel.

Pasar berada di bawah tekanan dari laporan Departemen of Energy AS pada hari Rabu, yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak sebesar 7,3 juta barel yang mana itu merupakan kenaikan tertinggi dalam laporan cadangan minyak di bulan Desember. Para analis sebelumnya perkirakan untuk penurunan cadangan.

Penurunan semakin dalam karena harga minyak yang bereaksi terhadap indeks dollar yang menguat.

"Masih ada pelemahan yang signifikan dalam kepercayaan pasar, dan itu berarti bahwa kita masih mungkin melihat pengujian ulang untuk penurunan harga minyak," kata Richard Hastings of Global Hunter Securities. Indeks dollar yang menguat pada hari Jumat telah memicu pelemahan harga minyak.
Selain itu, pasar masih terkejut dari data cadangan yang bearish sebelum libur Natal.

"Angka-angka pada hari Rabu sangat bearish, dan itu mungkin pasar masih mencoba untuk mencerna data tersebut," kata Andrew Lebow, analis di Jefferies di New York. "Mungkin jalur yang berikan resistensi terakhir disini, mengingat kita telah berada dalam tren penurunan yang yang panjang."

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar