Minggu, 22 Oktober 2017

commodity  Commodity

Minyak Melemah Seiring OPEC Terlihat Pertahankan Produksinya

Selasa, 14 Oktober 2014 2:56 WIB
Dibaca 690

Monexnews - Minyak mentah melemah pada hari Senin, dengan minyak AS di tutup di level terendah hampir 2 tahun, seiring Kuwait mengatakan bahwa OPEC tidak mungkin untuk mengurangi produksinya dalam mendukung harga dan Arab Saudi secara pribadi mengatakan bahwa mereka siap untuk menerima kemungkinan turunnya harga ke kisaran $80 per barel.

Minyak WTI untuk bulan November melemah 8 sen untuk berakhir di $85.74, mengurangi kerugian besar sebelumnya namun di tutup di level terlemah sejak Desember 2012. Minyak Brent melemah lebih dari 1% menjadi di bawah $89.

Mentri minyak Kuwait Ali al-Omair mengatakan seperti yang di kutip oleh kantor berita KUNA pada hari Minggu adalah bahwa OPEC tidak mungkin mengurangi produksi minyak dalam upaya untuk menaikan harga karena langkah tersebut belum tentu efektif. Menteri minyak dari anggota OPEC di jadwalkan akan bertemu di Viena pada tanggal 27 untuk mempertimbangkan apakah mereka harus menyesuaikan target produksi sebesar 30 juta barel perhari untuk awal 2015 atau tidak.

Beberapa anggota OPEC telah menyuarakan untuk mendesak adanya pengurangan produksi untuk mendorong harga minyak global kembali naik ke atas $100 per barel.

KUNA dalam mengutip pernyataan dari Omair mengatakan bahwa harga minyak di level $76-$77 per barel mungkin akan menjadi level dimana akan berakhirnya penurunan harga minyak, karena itu adalah harga produksi minyak di Amerika Serikat dan Rusia.

Para eksportir kelas atas Arab Saudi juga diam-diam mengatakan kepada para pelaku pasar bahwa Arab Saudi nyaman dengan harga minyak yang lebih rendah untuk waktu yang lama, ini telah menjadi perubahan besar dalam kebijakan yang mungkin ditujukan pada perlambatan ekspansi di produsen saingannya yang termasuk kepada Amerika Serikat.

Dalam pertemuan rahasia dengan investor di pasar minyak, para pejabat analis Saudi telah mengirim telegram bahwa Arab Saudi siap untuk menerima harga minyak di bawah $90 per barel, dan mungkin akan turun ke $80, untuk satu atau dua tahun mendatang, menurut orang yang telah di beri tahu tentang percakapan terakhir.

Dalam laporan bulanan yang di keluarkan pada hari Jumat, OPEC mengatakan bahwa Arab Saudi melaporkan produksi di bulan September sebesar 9.704 juta barel perhari, naik dari 9.597 juta di bulan Agustus, itu menambahkan tanda-tanda bahwa mereka belum merespon terhadap penurunan harga yang di bawah $100 per barel untuk mengurangi produksinya.

Dengan tidak di lakukannya pengurangan produksi oleh Saudi telah menambahkan presepsi di mata trader dan analis bahwa negara kerajaan tersebut terlihat ingin mempertahankan pangsa pasar, bukan harga.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar