Selasa, 28 Maret 2017

commodity  Commodity

Minyak Melesat Pasca Jatuhnya MH17

Jumat, 18 Juli 2014 5:53 WIB
Dibaca 665

Monexnews - Minyak mentah menguat sekitar $2 pada hari Kamis, pasca jatuhnya pesawat milik Malaysia Airlines dengan nomer penerbangan MH17 di timur Ukraina, serta sanksi baru dari AS pada Rusia meningkatkan kekhwatiran akan risiko geopolitik yang dapat menganggu pasokan energi.

Jatuhnya pesawat MH17 menewaskan 295 orang kembali meningkatkan ketegangan antara pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia, dimana Rusia dan pihak Barat berada pada sisi yang berlawan. Menteri Dalam Negeri Ukraina mengatakan pesawat MH17 yang bertolak dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur jatuh akibat tertembak misil. Namun belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat tersebut. Sebelumnya Ukraina juga menuduh Rusia menembak jatuh pesawat tempur milik Ukraina.

Harga minyak juga ditopang prospek permintaan dari Eropa untuk produk olahan minyak dari AS. Sementara itu pada hari Rabu, Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 7,5 juta barel pada pekan yang berakhir 11 Juli. Para analis yang disurvei oleh Platts memperkirakan penurunan persediaan sebesar 3 juta barel. EIA juga melaporkan persediaan bensin naik 200.000 barel, dan minyak distilasi naik 2,5 juta barel. Analis memperkirakan kenaikan persediaan bensin sebesar 1,2 juta barel, dan minyak distilasi naik 2 juta barel.EIA juga melaporkan kilang minyak telah mengoperasikan 93,8% dari total kapasitasnya, atau sebesar 16,6 juta barel per hari, menjadi yang terbesar sejak tahun 1989.

Minyak pada perdagangan Kamis ditutup menguat pada level $103,75 per barel, dengan level terendah harian $101,27 dan tertinggi $103,90. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar